Home » Blog » PEMERIKSAAN AKUNTANSI (AUDITING)

PEMERIKSAAN AKUNTANSI (AUDITING)

  • adminweb 

AUDITING
Definisi Auditing

Ada beberapa penulis yang memberikan pengertian audit, diantaranya :
Mulyadi : “Auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara penyataan -pernyataan tersebut dengan kreteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang bekepentingan“.


Sukrisno Agoes : “Auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan pihak yang indepenen terhadap laporan kuangan yang telah disusun oleh pihak manajemen, beserta catatan-catatan pembukuan, beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut”.

Pengertian Auditing

“Report of the Committee on Basic Auditing Concepts of the American Account Association” (Accounting Review, vol.47) memberikan definisi auditing sebagai :
“suatu proses sistematis untuk memperoleh serta mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi – asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi, dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi – asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya serta penyampaian hasil – hasilnya kepada pihak – pihak yang berkepentingan”.


2.1.2 Elemen Penting Dari Definisi Auditing

Beberapa ciri penting yang ada dalam definisi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
Suatu proses sistematis, berupa serangkaian langkah atau prosedur yang logis, terstruktur, dan terorganisir.
Memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif, berarti memeriksa dasar asersi serta mengevaluasi hasil pemeriksan tersebut tanpa memihak dan berprasangka, baik untuk atau terhadap perorangan (atau entitas) yang membuat asersi tersebut.

Asersi tentang kegiatan dan peristiwa ekonomi, merupakan representasi yang dibuat oleh perorangan atau entitas. Asersi ini merupakan subjek pokok auditing. Asersi meliputi informasi yang dimuat dalam laporan keuangan, laporan operasi intern, dan surat pemberitahuan pajak (SPT).

Derajat kesesuaian menunjuk pada kedekatan dimana asersi dapat diidentifikasi dan dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan. Ekspresi kesesuaian ini dapt berbentu kuantitas, seperti jumlah kekurangan dana kas kecil, atau dapat juga berbentuk kualitatif, seperti kewajaran (atau keabsahan) laporan keuangan.

Kriteria yang telah ditetapkan, adalah standar – standar yang digunakan sebagai dasar untuk menilai asersi atau pernyataaan. Kriteria dapat berupa peraturan – peraturan spesifik yang dibuat oleh badan legislative, anggaran atau ukuran kinerja lainnya yang ditetapkan oleh manajemen, Generaaly Accepted Accounting Principles (GAAP = prinsp – prinsip yang Akuntansi yang Berlaku Umum) yang ditetapkan oleh Financial Accounting Standards Board (FASB = Badan Standar Akuntansi Keuangan) serta badan – badan pengatur lainnya.

Penyampaian hasil, diperoleh melalui laporan tertulis yang menunjukkan derajat kesesuaian antara asersi dan kriteria yang telah ditetapkan. Pihak – pihak yang berkepentingan, adalah mereka yang menggunakan (atau mengandalkan) temuan – temuan auditor. Dalam lingkungan bisnis, mereka adalah para pemegang saham, manajemen, kreditor, kantor pemerintah, dan masyarakat luas.

Sedangkan definisi menurut Auditing Practices Committee (APC) dapat disimpulkan menjadi tiga (3) elemen fundamental dalam auditing yaitu : Seorang auditor harus independen. Auditor bekerja mengumpulkan bukti-bukti untuk mendukung pendapatnya. Hasil pekerjaan auditor adalah laporan (report).

2.1.3 Jenis – Jenis Audit
Menurut Kell dan Boyton klasifikasi audit berdasarkan tujuannya dibagi dalam 3 (tiga) kategori :
Audit Laporan Keuangan (financial statement accounting). Berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan mengevaluasi bukti tentang laporan – laporan entitas dengan maksud agar dapat memberikan oendapat apakah laporan – laporan tersebut telah disajikan secara wajar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu prinsip – prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP).

Audit laporan keuangan dari perusahaan – perusahaan besar sangat diperlukan untuk memfungsikan pasar sekuritas nasional.Secara signifikan, audit laporan keuangan dapat menurunkan risiko investor dan kreditor dalam membuat berbagai keputusan investasi dengan tidak menggunakan informasi yang beermutu rendah.
Audit Kepatuhan (compliance audit)

Berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan memeriksa bukti – bukti untuk menetapkan apakah kegiatan keuangan atau operasi suatu entitas telah sesuai dengan persyaratan, ketentuan, atau peraturan tertentu.kriteria yang ditetapkan dalam audit jenis ini dapat berasal dari berbagai sumber. Audit kepatuhan juga harus didasarkan pada kriteria yang ditetapkan kreditor. Aplikasi yang paling luas dari audit kepatuhan berkaitan dengan kriteria yang didasarkan pada ketentuan pemerintah.

Audit Operasional (operational audit)
Berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan mengevaluasi bukti – bukti tentang efisiensi dan efektivitas kegiatan operasi entitas dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan tertentu.dalam suatu perusahaan bisnis, lingkup audit ini dapat meliputi seluruh kegiatan dari : Suatu departemen, cabang, atau divisi.

Suatu fungsi yang mungkin merupakan fungsi lintas unit usaha, seperti pemasaran dan pengolahan data.
Audit operasional pada pemerintah federal dapat dilakukan pada seluruh kegiatan dari suatu lembaga seperti Federal Emergency Management Agency (FEMA, atau suatu program tertentu seperti distribusi kupon makanan.

Kriteria atau tujuan yang diguanakan untuk mengukur efisiensi dan efektivitas dapat ditentukan oleh manajemen atau lembaga yang berwenang. Pada sisis lain, auditor operasional dapat juga membantu menyusun kriteria yang akan digunakan. Secara khas, laporan untuk audit operasioanal tidak hanya memuat pengukuran efisiensi dan efektivitas saja, namun juga memuat rekomendasi untuk peningkatan kerja.


Klasifikasi Atas Dasar Audit Operasional, Menurut Ricchiute tipe audit selain financial statements audit meliputi :
Operational Audits, yakni suatu audit yang dirancang untuk menilai efisiensi dan efektifitas dari prosedurpprosedur operasi manajemen. Pelaksananya adalah Auditor Internal.

Financial dan Compliance Audits, yakni audit yang menyerupai audit laporan keuangan tetapi dapat dilakukan oleh sektor publik serta audit eksternal. Economy dan Efficiency Audits, yakni menyerupai operasional audit tetapi dilakukan oleh sektor publik atau sektor pemerintahan. Program Results Audits, yakni audit yang dilakukan oleh pemerintah. Untuk menentukan apakah suatu entitas mencapai hasil-hasil yang diinginkan oleh lembaga legislative, dan apakah entitas tsb telah mempertimbangkan alternatif-alternatif yang tersedia dengan hasil yang sama tetapi dengan biaya yang lebih rendah.

Ikhtisar Komparatif Jenis – Jenis

Klasifikasi Berdasarkan Pelaksana Audit.

Auditing Eksternal
Merupakan kontrol sosial yang memberikan jasa untuk memenuhi kebutuhan informasi untuk pihak luar perusahaan dengan tujuan memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan. Pelaksana adalah Akuntan Publik yang dibayar oleh manajemen perusahaan yang diperiksa.

Auditing Internal
Merupakan kontrol organisasi yang mengukur dan mengevaluasi efektifitas organisasi dan hasilnya untuk manajemen organisasi itu sendiri. Auditor internal ini bertanggung jawab terhadap pengendalian intern perusahaan demi tercapainya efisiensi, efektifitas dan ekonomis serta ketaatan pada kebijakan yang diambil oleh perusahaan. Fungsi auditor internal adalah membantu manajemen dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan perusahaan.

Auditing Sektor Publik
Merupakan kontrol atas organisasi pemerintah yang memberikan jasanya kepada masyarakat seperti pemerintah pusat maupun daerah. Auditor ini dibayar oleh pemerintah.

2.1.4 Pengertian Auditor dan Jenis-Jenis Auditor
Auditor adalah seseorang yang memiliki kualifikasi tertentu dalam melakukan audit atas laporan keuangan dan kegiatan suatu perusahaan atau organisasi.

Jenis – Jenis Auditor

Auditor Independen (independent auditors) / Akuntan Publik
Auditor indpenden bekerja berdasarkan imbalan. Para pengguna mengandalkan jasa auditor independen serta menarik manfaat yang bernilai dengan adanya kenyataan bahwa auditor tidak memihak klien yang sedang diaudit.
Auditor Independen (Akuntan Publik) adalah para praktisi individual atau anggota kantor akuntan publik yang memberikan jasa auditing profesional  kepada klien. Disamping itu, auditor juga menjual jasa konsultasi pajak, konsultasi manajemen, penyusunan sistem akuntansi, penyusunan laporan keuangan, serta jasa-jasa lainnya.

Auditor Internal (internal auditors)
Adalah pegawai dari organisasi yang diaudit. Auditor jenis ini melibatkan diri dalam suatu kegiatan penilaian independen, yang dinamakan audit internal, dalam lingkngan organisasi sebagai suatu bentuk jasa bagi organisasi. Tujuan audit internal adalah untuk membantu manajemen organisasi dalam memberikan pertanggungjawaban yang efektif. Lingkup fungsi audit internal meliputi semua tahap dalam kegiatan organisasi. Para auditor internal terutama melibatkan diri pada audit kepatuhan dan operasional.
Para auditor internal kebanyakan adalah pemegang sertifikat CIA (Certified Internal Auditors), yang beberapa diantaranya juga bersertifikat CPA. Asosiasi Internasional untuk para unuk para auditor internal adalah IIA (Institue of International Auditors), yang menetapkan kriteria sertifikasi serta mengelola ujian CIA. Selain itu, IIA juga telah menetapkan standar praktis untuk audit internal dan sebuah kode etik.

Auditor Pemerintah (government auditors)
Untuk melaksanakan fungsi audit bagi kepentingan Kongres, para auditor GAO (General Accounting Office) bertugas pada lingkup kegiatan audit yang luas, termasuk melakukan audit laporan keuangan, audit kepatuhan, dan audit operasional.

Para auditor IRS (Internal Revenue Service) melakukan audit atas Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan para pembayar pajak untuk ketaatan pada perundangan pajak yang berlaku.
Organisasai nasional untuk para akuntan di pemerintah A.S. adalah AGA (Association of Governement Accountants). Sampai saat ini AGA belum mengembangkan program sertifikasi untuk para akuntan pemerintah,. Namun, beberapa auditor pemerintah adalah pemegang sertifikat CPA dan atau CIA.

Disamping ketiga jenis auditor tersebut, sering dikenal juga istilah akuntan pendidik.Akuntan pendidik ialah ahli-ahli akuntansi yang menjadi pengajar akuntansi terutama disuatu fakultas ekonomi jurusan akuntansi

Tinggalkan Balasan